Hasil Pertanian Yang Hilang Karena Kesalahan Para Petani ?

Kesalahan dalam praktek pertanian ternyata salah satu faktor yang berkontribusi dalam kuantiti hasil panen petani. Dalam kasus komoditas padi, cara panen dan perlakuan saat pasca panen sangat berpengaruh terhadap hasil panen. 

Dalam hal ini, Tjahjohutomo (2008) melaporkan bahwa penanganan panen cara petani dengan menggunakan alat konvensional yaitu sabit, perontokan dengan gebot, pengeringan di lantai jemur, dan penggilingan gabah dengan alat konvensional, menyebabkan susut hasil 21,09%. Bila penanganan panen dan pascapanen tersebut dimodifikasi, yaitu penggunaan sabit diganti dengan reaper, perontokan dengan gebot diganti dengan power thresher, pengeringan di lantai jemur diganti dengan flat bed dryer, dan penggilingan gabah dengan husker dapat menurunkan susut hasil menjadi 13%

Sistem panen memengaruhi kehilangan hasil, Setyono (2009) melaporkan bahwa semakin banyak anggota kelompok pemanen, kehilangan hasil akan semakin tinggi karena setiap anggota berpotensi menyebabkan kehilangan hasil panen. Jumlah anggota pemanen 50 orang (sistem keroyokan) akan meningkatkan kehilangan hasil sampai 9,9%, sedangkan jika anggota pemanen 20 orang kehilangan hasil hanya 4,39% dengan kemampuan pemanen masing-masing 135 dan 132,6 jam/orang/ha (Nugraha et al. 1994).

Berikut adalah contoh peralatan yang dapat dipakai agar dapat meminimalisir kehilangan hasil panen

Jika pada kasus jagung terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil panen. Salah satunya seperti umur jagung pada saat panen 

Sumber Referensi :

1. Thahir, R. 2000. Pengaruh aliran udara dan ketebalan pengeringan terhadap mutu gabah keringnya. Buletin Enjiniring Pertanian VII(1&2): 1−5.

2. Purwadaria, H.K., E.E. Ananto, K. Sulistiadji, Sutrisno, and R. Thahir. 1994. Development of stripping and threshin2 type harvester. Postharvest Technologies for Rice in the Humid Tropics – Indonesia. Technical Report Submitted to GTZ-IRRI Project. IRRI, the Philippines. 38 pp.

3. Tjahjohutomo, R. 2008. Komersialisasi inovasi teknologi hasil penelitian dan pengembangan pertanian. Disampaikan pada Workshop Membangun Sinergi A-B-G dalam Komersialisasi Hasil Litbang Alsintan Lokal Dalam Negeri, FATETA IPB, Bogor, 6 Agustus 2008. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta.

4. Nugraha, S., R. Thahir, dan Sudaryono. 2007. Keragaan kehilangan hasil pascapanen padi pada 3 (tiga) agroekosistem. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian 3(1): 42−49.

5. Darwis, V. (2018). Potensi kehilangan hasil panen dan pasca panen jagung di Kabupaten Lampung Selatan. Journal of Food System & Agribusiness, 2(1).

1 thought on “Hasil Pertanian Yang Hilang Karena Kesalahan Para Petani ?”

Leave a Comment

Your email address will not be published.