How To Make A Precision Of Agriculture

Stafford (2000), menjelaskan bahwa pertanian presisi merupakan aliran informasi yang dioptimalkan pada setiap tahapan sistem, tahapan sistem tersebut meliputi:

  • Input 

Positioning System (Sistem posisi)
Posisi merupakan tahapan awal dalam penerapan pertanian presisi, beberapa ciri diantaranya adalah penggunaan GPS (global positioning system) untuk penentuan lokasi yang presisi. Contoh penerapannya misalnya pelacakan lokasi peralatan pertanian, sensor, dan juga pergerakan.


Sensing System
Sistem sensor adalah penggunaan peralatan berupa sensor untuk kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan tujuan, berikut ini beberapa penerapan sensor untuk aplikasi-aplikasi khusus yaitu:

1. Soil and Environment
Tanah dan kondisi lingkungan adalah elemen yang penting dalam budidaya tanaman.

2. Plant or Crop Sensing
Sensor yang digunakan untuk mengamati tanaman dan juga kondisi perilakunya.

3. Postharvest and Food Quality Sensing 
Pengamatan kualitas hasi pertanian berikut dengan metode destruktif maupun non-destruktif. Information Management (Processing)

  • Information Management (Processing)

Beberapa aplikasi yang terkait dengan manajemen informasi diantaranya:
a. Information System 
b. Management Information System 
c. Decision Support System
d. Expert System

  • Precise Application (Output)

Aplikasi pertanain presisi diantaranya penerapan VRT (Variable Rate Application), Robotic, Control System, dan juga pengguaan aktuator yang terpadu dengan komponen A, dan B sebelumnya.

Sumber Referensi
1. Stafford, J. V. 2000. Implementing Precision Agriculture in the 21st Century. J. Agric. Eng. Res. Vol. 76(3): 267–275.

Leave a Comment

Your email address will not be published.